Kisah Seguci Emas


Sebuah kisah yang terjadi di masa lampau, sebelum Nabi kita Muhammad Shallallaahu’alaihi wasallam dilahirkan. Kisah yang menggambarkan kepada kita pengertian amanah, kezuhudan, dan kejujuran serta wara’ yang sudah sangat langka ditemukan dalam kehidupan manusia di abad ini.

Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallaahu’alaihi wasallam bersabda:

Ada seorang laki-laki membeli sebidang tanah dari seseorang. Ternyata di dalam tanahnya itu terdapat seguci emas. Lalu berkatalah orang yang membeli tanah itu kepadanya: “Ambillah emasmu, sebetulnya aku hanya membeli tanah darimu, bukan membeli emas.”

Si pemilik tanah berkata kepadanya: “Bahwasanya saya menjual tanah kepadamu berikut isinya.”

Akhirnya, keduanya menemui seseorang untuk menjadi hakim. Kemudian berkatalah orang yang diangkat sebagai hakim itu: “Apakah kamu berdua mempunyai anak?”

Salah satu dari mereka berkata: “Saya punya seorang anak laki-laki.”

Yang lain berkata: “Saya punya seorang anak perempuan.”

Kata sang hakim: “Nikahkanlah mereka berdua dan berilah mereka belanja dari harta ini serta bersedekahlah kalian berdua.”

Sungguh, betapa indah apa yang dikisahkan oleh Rasulullah Shallallaahu’alaihi wasallam ini. Di zaman yang kehidupan serba dinilai dengan materi dan keduniaan. Bahkan hubungan persaudaraan pun dibina di atas kebendaan

Tambah Dino Tambah Goblok




Hari-hariku hitam putih
Hari-hariku tiada warna
makin hari kumerasa semakin bodoh
kecanggihan teknologi dan kemudahan mengakses informasi terkadang membuatku menjadi seorang pemalas
malas untuk mencari dengan bekerja keras
tiap mendapat tugas, rujukan pertama adalah internet
tinggal copy lalu paste dan print semua beres, serasa tiada beban
buku aja jarang baca
kalau begini trus apa yang aku dapatkan dari belajar di kampus
gimana jadi orang pintar kalau cuman berbakat kloning
ok aku bukanlah orang pintar tapi paling tidak
sedikit ada ilmu yg membekas di otak itu sdh cukup
tapi kalau tiap kuliah pulang tanpa memperoleh ilmu yg bermanfaat
ngapain susah2 mahal2 kuliah
ayo dong, aku ini calon penerus bangsa
dan ilmuku haruslah bermanfaat utk diturunkan pada anak2 didikmu nanti
masa ejekan dari dosen tdk cukup menyadarkanku
malu sih...

Kisah 3 orang pencari ikan



Alkisah di suatu masa hiduplah 3 pencari ikan. Mereka berkeinginan mencari ikan untuk menghidupi keluarganya. Hingga ketiganya sampai pada sebuah sungai berarus deras yang banyak sekali ikannya. Sayangnya sungai tersebut tercemar oleh limbah dan ketiga orang tersebut menyikapi keadaan tersebut dengan cara yang berbeda.

Orang yang pertama, karena dia tahu sungai itu tercemar, dia tahu kalau dia mengambil ikan tersebut dia akan memberikan ikan yang terkontaminasi limbah kepada keluarganya. Akhirnya dia meninggalkan sungai tersebut mencari sungai lain.

Orang yang kedua, dia tahu apa yang ada di sungai tersebut dan dia tidak perduli. Baginya yang penting bisa dapat ikan dan keluarga kenyang. Dia asyik mencari ikan hingga dia lupa sampai terbawa arus.

Orang yang ketiga, dia tetap mencari ikan di sungai tersebut, tapi secukupnya. Sambil mengambil ikan, dia memunggut sampah yang ada di sungai tersebut, sedikit demi sedikit. Dia yakin dan terus berdoa semoga Allah menurunkan hujan agar limbah di sungai tersebut mengalami purifikasi. Hingga suatu saat dia bisa memberikan ikan segar yang bebas limbah serta layak untuk dimakan keluarganya.

Secara tak langsung lingkungan kerja sekarang ibarat kisah 3 pencari ikan tersebut. Ada yang langsung tidak mau masuk dalam lingkungan kerja yang mempunyai sistem kerja yang kurang baik dan penuh korupsi. Ada yang langsung masuk tanpa perduli apa yang mereka berikan pada keluarganya itu halal atau haram. Ada juga orang yang lebih bijak ingin memperbaiki keadaan dengan cara bijak dan cerdas.

Hidup kita tidak lepas dengan takdir yang telah digariskan. Ibarat aliran sungai yang deras, kita tidak bisa merubah arah alirannya. Semakin kita tentang, kita akan kehabisan energi dan akhirnya terbawa arus. Tapi orang yang bijak dia tidak menentang arus, dia akan berjalan di pinggir sungai dan keluar dari arus tersebut mencari jalan lain untuk meneruskan hidupnya, dan mengambil hikmah terhadap apa yang telah terjadi.

About me

Kemanapun...
Tak Perlu Takut Tersesat Jika Kamu Klik


Peta Online dan Jasa Pembuatan Toko Online
Peta Online dan
Jasa Pembuatan Toko Online